RUMUSAN MASALAH PENGINJILAN


CONTOH MEMBUAT RUMUSAN MASALAH
Di bagian ini, peneliti merumuskan pertanyaan penelitian sebagai usaha untuk memperjelas atau mempertajam rumusan masalah penelitian. Seperti halnya yang dinyatakan oleh Sukamto, bahwa rumusan masalah penelitian adalah, “usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan (solusi), jalan keluar atau pun pemecahan masalahnya”.[1] Sedangkan menurut Sugiyono, rumusan masalah adalah “suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawaban, melalui pengumpulan data-data”.[2]
Di sisi lain Suyitno, menyatakan bahwa “rumusan masalah adalah menggunakan bentuk rumusan pertanyaan, yang akan diselesaikan oleh peneliti nantinya”.[3] Ditegaskan oleh Arikunto, bahwa “agar judul penelitian tidak kelihatan panjang, maka yang disebutkan hanya ciri yang ditonjolkan oleh peneliti saja, selebihnya diterangkan di luar Judul”.[4]
Berdasarkan batasan masalah penelitian yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
Pertama, Bagaimana upaya metode penginjilan, melalui tim misi PUFST di suku Ketengban, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua?
Kedua, Bagaimana metode penjangkauan jiwa, melalui tim misi PUFST, di suku Ketengban, Kabupaten pegunungan Bintang, Provinsi Papua?
Ketiga, Bagaimana upaya untuk peningkatan kualitas kehidupan rohani orang-orang di suku Ketengban, Papua?


[1]Sukamto, Pendekatan Kuantitatif Untuk Penelitian Keagamaan, (Bandung: Pionir Jaya, 2006), 37.
[2]Sugiyono, Op. Cit., 35.
[3]Imam Suyitno, Karya Tulis Ilmiah (KTI) Panduan Teori Perlatihan dan Contoh, (Bandung: Refika Aritama, 2011), 45.
[4]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2013), 89.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penjangkauan Jiwa

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua