Latar Belakang Masalah Pada bagian awal ini, peneliti akan menjelaskan mengenai masalah-masalah yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Seperti halnya yang dinyatakan oleh Melkior, bahwa “metode yang digunakan oleh para misionaris dan “tim misi: PAPUAN UNION FOREST SERVICE TEAM atau TIM PERSEKUTUAN PELAYANAN RIMBA SEPAPUA (PUFST)” di suku Ketengban, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, beberapa tahun yang lalu, yang telah diadakan pelayanan penginjilan atau pemberitaan Injil Kristus, namun kurang efektif (tidak ada efeknya, tidak berhasil, tidak dapat membawa hasil) [1] ”. Dengan demikian maka, sesuai dengan fakta yang ada, bahkan peneliti menemukan di suku Ketengban, bahwa sebagian masyarakat di daerah tersebut belum mendengarkan Injil Kristus. Hal inilah yang membuat peneliti sangat terbeban bahkan memiliki kerinduan hati untuk mengevaluasi secara teoretis mengenai metode penginjilan yang telah digunakan oleh tim misi PUFST selama ini, dalam penginjilan. Se...