Perbandingan Rencana Metode Penginjilan Dan Metode Penginjilan Saat Ini
Perbandingan
Rencana Metode Penginjilan Dan Metode Penginjilan Saat Ini
|
No.
|
Metode
Penginjilan Saat Ini
|
Rencana
Metode Penginjilan
|
|
1
|
Belajar menyesuaikan diri
dengan iklim di suku Ketengban, Papua.
|
Pelayanan dengan
kontekstual interpersonal.
|
|
2
|
|
Pelayanan dengan
kontekstual papan (rumah).
|
|
3
|
|
Pelayanan dengan kontekstual
pangan (makanan).
|
|
4
|
|
Pelayanan dengan
kontekstual sandang (pakaian).
|
|
5
|
Belajar bahasa daerah setempat.
|
Pelayanan dengan
belajar berkomunikasi bahasa daerah setempat (suku Ketengban).
|
|
6
|
|
Pelayanan dengan
memberikan motivasi iman percaya mereka.
|
|
7
|
|
Pelayanan dengan menerjemahkan
garis besar Alkitab Kejadian sampai Wahyu dengan bahasa setempat.
|
|
8
|
Mengajarkan warga setempat untuk mempelajari
abjad: cara membaca, menulis dan menghitung.
|
Pelayanan dengan
mengajarkan cara membaca menulis dan menghitung.
|
|
9
|
|
Pelayanan dengan berdiskusi
firman Tuhan dengan orang-orang yang ada di suku Ketengban, Kabupaten Pegunungan
Bintang, Provinsi Papua.
|
|
10
|
Berusaha untuk mengenal dan memahami
medan (jarak) bahkan situasi dan kondisi khususnya di suku Ketengban.
|
Pelayanan dengan mengenal dan memahami
medan (jarak).
|
|
11
|
|
Pelayanan dengan
melibatkan warga atau penduduk setempat.
|
|
12
|
|
Pelayanan dengan penuh bertanggungjawab.
|
Adapun Metode-metode yang
digunakan oleh peneliti dan tim misi PUFST dalam pelayanan penginjilan kepada orang-orang
di suku Ketengban, sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang ini adalah sebagai berikut:
1.
Belajar
menyesuaikan diri dengan iklim di suku Ketengban,
supaya bisa terbiasa untuk pelayanan di daerah tersebut, baik dari dataran tinggi
ke dataran rendah maupun dari daerah dingin ke daerah yang panas, serta menyesuaikan
diri dengan segala jenis makanan dan minuman yang ada di suku Ketengban.
2.
Belajar
bahasa daerah setempat, supaya bisa melayani masyarakat setempat
dengan menggunakan bahasa daerah yang mereka gunakan untuk berkomunikasi, dalam
menyampaikan firman Tuhan, dengan harapan masyarakat yang ada di suku Ketengban,
mudah untuk diterima dan dipahami.
3.
Mengajarkan
abjad: cara membaca, menulis dan menghitung kepada warga setempat,
dengan demikian supaya masyarakat setempat bisa mengenal abjad: membaca,
menulis dan menghitung.
4.
Berusaha
untuk mengenal dan memahami medan (jarak) bahkan situasi dan kondisi di suku
Ketengban, agar bisa memberitakan firman Tuhan dari daerah yang
satu pindah ke daerah yang lain.
Komentar
Posting Komentar