Pengertian Metode Penginjilan
Pengertian
Metode Penginjilan
Menurut Tomatala, metode penginjilan
adalah, “seseorang yang menyampaikan kabar baik kepada orang berdosa, karena berita
yang dibawakan tersebut adalah Injil, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan
manusia berdosa dari hukuman kematian kekal oleh karena dosa”.[1]
Graham, menyatakan bahwa metode
peninjilan adalah, “suatu metode yang dianggap tepat bagi para penginjil untuk biasanya
digunakan dalam memberitakan Injil Kristus, di mana dalam penginjilan ini adalah
berita anugerah bahwa ada pengampunan dosa oleh Allah melalui Tuhan Yesus Kristus
yang mati di kayu salib, menderita dan berkurban untuk manusia berdosa di dunia
ini”.[2]
Halim,
berpendapat bahwa metode penginjilan adalah “cara menyatakan
kabar baik atau berita mengenai kematian dan kebangkitan Kritus bagi orang
berdosa. Supaya bagi mereka yang mendengarkan dan menerima Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan Juruselamat akan diselamatkan oleh-Nya”.[3]
Widyatmadja & Josef P., menjelaskan
bahwa “metode penginjilan adalah menjadikan semua
orang menjadi murid Kristus dan melibatkan mereka sebagai pelaksana strategi dan
taat kepada Allah untuk memberitakan Injil, baptis sebagai proses Inkorporasi ke dalam wadah umat Allah untuk
diteguhkan menjadi anggota gereja, dan ajar sebagai proses konseptualisasi yang menunjang pemahaman, perubahan dan pendewasaan
hidup serta peran umat Allah”.[4]
Jadi, peneliti menyimpulkan
bahwa, Metode Penginjilan adalah, suatu
cara yang biasanya digunakan oleh para penginjil atau pemberita Injil Kristus untuk
melaksanakan misi pekabaran Injil Kristus. Injil yang merupakan kabar baik atau
kabar sukacita, berita mengenai anugerah pengampunan dosa oleh Allah melalui pengurbanan
Tuhan Yesus yang mati di atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa umat manusia.
Tujuan dipergunakan metode
penginjilan dalam melakukan pemberitaan Injil Kristus adalah, supaya misi penginjilan
dapat tercapai tepat sasaran atau tempat dan orang-orang yang dituju agar mereka
mendengarkan injil Kristus sesuai dengan yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus
Kristus. Dibutuhkan “cara” penginjilan atau pemberitaan Injil Kristus yang
bersistem agar memudahkan dalam pelaksanaan penginjilan di suatu misi guna mencapai
tujuan yang ditentukan atau disepakati bersama, dalam sebuah organisasi atau
tim misi penginjilan. Setiap penginjil harus mampu merencanakan rencana pelayanan
dengan metode-metode yang tepat sesuai dengan suatu daerah yang dilayananinya.
[1]Yakob Tomatala, Penginjilan Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), 8.
[2]Billy Graham, Loc. Cit., 17.
[3]Makmur Halim, Model-model Penginjilan Yesus Suatu Penerapan Masa Kini, (Malang:
Gandum Mas, 2003), 25.
Komentar
Posting Komentar