Pengertian Evaluasi Teoretis


Pengertian Evaluasi Teoretis

Widoyoko, menyatakan bahwa “evaluasi teoretis adalah suatu cara untuk memperoleh pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana pencapaian suatu kegiatan, dan bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan itu bila dibandingkan dengan harapan yang ingin diperoleh”.[1]
Suprihanto, evaluasi teoretis adalah:
Pertama, sebagai alat untuk memperbaiki dan perencanaan program yang akan datang. Kedua, untuk memperbaiki alokasi sumber dana, daya dan manajemen saat ini serta dimasa yang akan datang. Ketiga, memperbaiki pelaksanaan dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program perencanaan kembali suatu program melalui kegiatan mengecek kembali relevansi dari program dalam hal perubahan kecil yang terus-menerus dan mengukur kemajuan target yang direncanakan.[2]

Kowiyah, menyatakan bahwa evaluasi teoretis adalah “melakukan suatu kegiatan atau proses kognitif, tindakan mental untuk menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, dan argumentas yang tepat dan memperoleh pengetahuan, pemahaman dan keterampilan agar mampu menemukan jalan keluar dan keputusan secara deduktif, induktif dan evaluatif sesuai dengan tahapannya”.[3]
Di sisi lain Gunawan, menyatakan bahwa “evaluasi teoretis adalah kemampuan untuk berpikir pada level yang kompleks dan menggunakan proses analisis dan evaluasi, untuk melibatkan keahlian berpikir induktif seperti mengenali hubungan, manganalisis masalah yang bersifat terbuka, menentukan sebab dan akibat, membuat kesimpulan dan memperhitungkan data yang relevan di dalam analisa teoretis”.[4]
Jadi, peneliti menyimpulkan bahwa, evalusi teoretis adalah memberikan penilaian, dengan suatu pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, dan argumentasi yang tepat. Supaya dapat menemukan kesalahan atau kekeliruan dengan mengevaluasi secara tajam, dan mendalam serta berusaha menemukan kesalahan untuk dicermati secara seksama. Tujuannya, untuk menemukan kekeliruan dan memberikan solusi yang tepat, serta menyediakan informasi tentang sejauh mana pencapaian, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui hasil yang diharapkan.



[1]Eko putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 79.
[2]Suprihanto,  Manajemen Personalia, (Yogyakarta: BPFE, 1988), 25.
[3]Kowiyah, Kemampuan Berpikir Kritis, (Jakarta: Jurnal Pendidikan Dasar, Vol. 3, No. 5, 2012), 175.
[4]Adi W. Gunawan, Genius Learning Strategy Petunjuk Praktis untuk Menerapkan Accelarated Learning, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003), 177-178.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penjangkauan Jiwa

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua