Pelayanan Penginjilan Dengan Melibatkan Warga Setempat
Pelayanan
Penginjilan Dengan Melibatkan Warga Setempat
Melibatkan orang-orang
yang sudah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupan
mereka untuk menyaksikan kasih Allah, sebagai bukti mengasihi Allah dan sesama manusia.
Seperti halnya Lumintang, menjelaskan
mengenai misi yang secara integral dan holistik melalui enam karakteristik misi
antara lain adalah sebagai berikut:
Pertama, Missio Dei adalah misi Trinitarian, yakni misi Allah Bapa
di dalam Tuhan Yesus oleh pekerjaan Roh Kudus. Allah Bapa adalah Perancang misi,
Yesus Kristus adalah pelakasana misi yang diutus oleh Bapa dan Roh Kudus adalah
penerap, pengefektif, pendinamis misi, yang diutus Bapa dan Anak. Misi ini diteruskan oleh Allah Tritunggal
dengan mengutus gereja sebagai agen tunggal misi Allah dalam dunia, dengan demikian
setiap generasi ke generasi harus mendidik misionaris dalam hal ini, misionaris
dari setiap suku dan daerah, agar dapat menjangkau jiwa secara optimal.
Kedua, Kristus merupakan pusat misi kerajaan Allah, Proklamasi Injil
Kerajaan Allah ialah bertumpu pada pribadi dan karya Kristus. Tuhan Yesus mendidik
murid-murid-Nya, menjadi misionaris bagi bangsa-bangsa. Ketiga, Misi Allah adalah melalui partisipasi
gereja sebagai agen misi Allah dalam dunia (missio ecclesia). Partisipasi gereja
dalam misi Allah ini adalah partisipasi untuk mewujudkan msisi pemulihann manusia
dengan seutuhnya, yaitu pemulihan manusia dengan Allah, dengan sesama, dengan
dirinya sendiri, bahkan dengan dunia.
Keempat, Penginjilan
Kristen ialah mencari dan membangun persekutuan dengan orang-orang bukan Kristen.
Misi (Penginjilan Kabar Baik) menjadi tugas setiap orang percaya untuk menyatakan
kasih Tuhan.
Kelima, Penginjilan
adalah setiap usaha yang dengan sengaja dilakukan untuk melintasi atau menerobos
rintangan-rintangan dari gereja kepada non-gereja demi memproklamirkan Injil dalam
kata dan karya.
Keenam, Penginjilan merupakan unsur pertama sebagai usaha gereja,
Proklamasi gereja ini dipahami dan dilakukan dalam konteks Kerajaan Allah,
dengan demikian proklamasi dalam pengertian yang luas, yaitu seluas Kerajaan Allah.
Gereja Tuhan harus mendidik dan regenerasi jemaat Tuhan dan orang percaya untuk
tetap mewartakan Kabar Baik.[1]
Sedangkan menurut Yuniarti, menyatakan
bahwa mengenai amanat agung Tuhan Yesus Kristu adalah “misi adalah setiap usaha yang ditujukan
dengan sasaran untuk menjangkau melampaui kebutuhan gereja dengan tujuan untuk melaksanakan
amanat agung dengan menyatakan kabar baik dari Yesus Kristus, menjadikan murid,
dengan mendidik mereka mejadi pemberita kabar baik”.[2]
Dalam
buku yang berjudul: Joshua Generation
Ministries, menuliskan bahwa “salah satu bukti gerejanya bertumbuh dalam
suatu pengembalaan adalah Jemaat mesti menyadari akan misi Allah dan terlibat dalam
pelayanan, baik di dalam gereja atau sesama jemaat maupun kepada orang-orang
yang ada di luar jemaat”.[3]
Jadi, peneliti
menyimpulkan bahwa, misi penginjilan atau pemberitaan kabar baik, kabar keselamatan,
kabar pelepasan dosa adalah inisiatif oleh Allah Tritunggal, dengan mengutus
gereja sebagai agen tunggal misi Allah dalam dunia ini, dengan demikian setiap generasi
ke generasi harus mendidik misionaris di dalam jemaat maupun para hamba Tuhan yang
menyerahkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan. Karena banyak suku dan daerah yang
belum terjangkau khususnya di suku Ketengban, Pegunungan Tengah, Provinsi Papua.
[2]Novi Yuniarti, Sekilas tentang Misi,
(http://misi.sabda.org/sekilas_tentang_misi,
23 Mei, 2018), 3.
Komentar
Posting Komentar