Pelayanan Dengan Memberi Motivasi Iman Percaya Mereka


Pelayanan Dengan Memberi Motivasi Iman Percaya Mereka

Peneliti dan tim misi PUFST, memiliki kerinduan hati untuk pelayanan pemberitaan Injil Kristus dengan cara mengarahkan, memotivasi dan mendorong agar warga setempat dapat mengandalkan Tuhan dalam segala hal.
Seperti halnya juga yang dinyatakan oleh Plueddemann, bahwa:
Ketika anda sebagai seorang pemimpin dan mau mengarahkan atau mengontrol orang-orang setempat yang dipimpinnya yang adalah budaya lain, kita perlu peka terhadap nilai-nilai kepemimpinan dari budaya kita sendiri kemudian memastikan nilai-nilai budaya setempat. Ketika kita belajar teologi kepemimpinan kita akan menemukan banyak prinsip-prinsip universal yang harus diterapkan dalam segala budaya. Pada suatu waktu prinsip-prinsip waktu Alkitab mendukung nilai-nilai budaya tertentu dan pada waktu yang lain, prinsip-prinsip Alkitab akan memberikan solusi.[1]

Demikian juga Venema, menyatakan bahwa “salah satu tugas pemberita Injil adalah mengarahkan, memberikan pemahaman, mendorong, menasihati kepada jemaat yang dilayani agar mereka dapat memahami dan mengandalkan Tuhan dalam kehidupan mereka masing-masing”.[2]

Abineno, menyatakan bahwa “Allah adalah Roh. Karena itu siapa pun yang menyembah-Nya, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran melalui iman kepada-Nya. Allah harus disembah melalui iman dalam roh dan kebenaran, memiliki dua dasar teologis: pertama, karena Allah Bapa merindukan para penyembah demikian, dan kedua, karena Allah sendiri adalah Roh yang kita imani, dan bukan daging”.[3]

Peneliti dan tim misi PUFST, akan dengan segenap hati untuk melayani kepada orang-orang di suku Ketengban, supaya mereka memahami maksud dan tujuan dari pemberitaan Firman Allah. Kedepannya akan memberikan pemahaman mengenai iman percaya mereka, memberikan nasihat mengenai iman percaya mereka, memberikan motivasi mengenai iman percaya mereka dan memberikan dorongan mengenai iman percaya mereka, bahkan memberikan semangat kepada orang-orang yang sudah mendengarkan Injil Kristus, supaya iman mereka tetap bertumbuh dan berakar di dalam Tuhan Yesus Kristus serta mempraktikkan Firman Kristus dalam kehidupan mereka masing-masing, sebagai bukti iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus Kristus.


[1]James E. Plueddemann, Leading Across Cultures, (Malang: SAAT, 2013), 185.
[2]H. Venema, Op. Cit., 222-223.
[3]J.L.Ch. Abineno, Yesus Sang Mesias dan Sang Anak, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999), 76.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penjangkauan Jiwa

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua