Pelayanan Dengan Kontekstual Pangan (Makanan)
Pelayanan
Dengan Kontekstual Pangan (Makanan)
Tenney memberikan
suatu pernyataan bahwa,
Seorang
pemberita Injil harus bersatu dengan warga yang ia melayaninya. Karena kesatuan
adalah suatu kekuatan yang luar biasa di dunia ini. Kita dapat melakukan bersama-sama
hal-hal yang lebih besar dari yang dapat kita kerjakan sendiri. Kesatuan menyediakan
kepada kita semua kekuatan untuk membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin,
untuk membuat impian menjadi kenyataan. Jadi, menyesuaikan diri dengan orang-orang
setempat adalah sama halnya dengan bersatu untuk mencapai suatu tujuan.[1]
Wulansari,
menyatakan bahwa “kontak sosial yang positif dapat mempererat jalinan kerjasama
yang baik dan membawa manfaat kepada kehidupan sosial. Proses sosial pada hakikatnya
adalah pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan bersama. Kehidupan
dapat terlihat dari berbagai segi atau aspek kehidupan seperti ekonomi (makana)
politik, hokum, sosial, budaya, ham dan sebagainya”.[2]
Sedangkkan
Soekanto, menyatakan bahwa “gerak sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial
yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial, struktur
sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan
antara individu dengan kelompoknya, yang dibutuhkan dalam hubungan individu
maupun kelompok agar tetap berlanjut adalah makanan”.[3]
Peneliti
menyadari bahwa, pemberita Injil dari daerah atau budaya yang berbeda tentu akan
menjadi hambatan atau tantangan tersendiri dalam pelayanannya, karena daerah tersebut
menjadi budaya yang baru baginya. Dalam hal ini di suku Ketengban, menjadi daerah
yang sangat terisolir, dilihat dari makanannya dan minuman yang tidak seperti
daerah lain pada umumnya. Sebab makanan pokok di suku Ketengban adalah Ubi Jalar
dan Keladi, serta Sayur Gedi dan Daun Muda dari Keladi. Soal makanan dan minuman
menjadi kendala dalam pelayanan pemberitaan Injil Kristus, oleh sebab itu peneliti
dan tim misi PUFST, dengan penuh kesabaran untuk menyesuaikan diri dengan makanan
dan minuman yang ada di suku Ketengban, supaya kedepannya pelayanan di daerah tersebut
bisa berjalan dengan baik.
Komentar
Posting Komentar