Pelayanan Dengan Berdiskusi Firman Tuhan
Pelayanan
Dengan Berdiskusi Firman Tuhan
Kerinduan peneliti dan tim
misi PUFST, adalah mengajak orang-orang yang ada di suku Ketengban untuk berdiskusi
firman Tuhan, di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja, dan dengan seberapa
yang ada.
Packer, menyatakan bahwa,
“pengomunikasian yang dilakukan oleh orang Kristen sebagai penyambung lidah
Allah kepada orang berdosa. Diskusi firman Tuhan berarti menghadirkan Kristus
dalam kuasa Roh Kudus sehingga manusia akan datang dan percaya kepada Allah, menerima
Dia sebagai Juruselamat, dan melayani Dia sebagai Raja dalam persekutuan dengan
gereja-Nya”.[1]
Sedangkan menurut Norman dan
David, menyatakan bahwa “diskusi dengan orang-orang yang kita layani adalah hal
yang sangat penting dalam kehidupan mereka dan kita sebagai pelayan. Kita harus
bertanya jawab dengan mereka, contohnya: Apakah anda benar-benar yakin bahwa
adanya Allah? Setujuhkah anda bahwa, alam semesta ini dijadikan oleh Allah? Dan
lain-lain”.[2]
Menurut Darmaputera, “banayak
orang Kristen saat ini merindukan suatu persekutuan. Sayangnya mereka tidak
mendapatkan akan hal itu. Disebabkan banyaknya hal lain yang membuat waktu untuk
diadakan persekutuan terbatas. Hal ini akan membuat orang percaya akan sulit mengadakan
persekutuan”.[3]
Peneliti dan tim misi PUFST
telah dan akan terus untuk mengumpulkan, menggerahkan, mengarahkan, memobilisasi
jemaat atau orang-orang yang sedang dilayani supaya mereka diarahkan untuk bertanya
jawab firman Tuhan satu sama lain. Peneliti dan tim misi PUFST berusaha untuk
memberi kesempatan kepada warga setempat untuk bertanya seputar firman Tuhan
yang sudah diajarkan, supaya tim misi PUFST, dapat memberikan jawaban kepada orang-orang
yang ada di suku Ketengban.
Komentar
Posting Komentar