Pelayanan Dengan Belajar Berkomunikasi Bahasa Daerah Setempat


Pelayanan Dengan Belajar Berkomunikasi Bahasa Daerah Setempat

Mempelajari bahasa daerah setempat, agar bisa mengerti bahasa mereka dan dan melayani masyarakat setempat dengan menggunakan bahasa daerah yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan mereka sehari-hari dan lebih utamanya bisa digunakan untuk memberitakan firman Tuhan.

Menurut Metzger, menyatakan bahwa,
Kita sebagai para penginjil Kristen, berusaha untuk mengikuti budaya atau Bahasa setempat agar memudahkan kita dalam memberitakan Injil Kristus dengan mudah. Karena kita percaya bahwa, semua orang diciptakan oleh Allah dalam berbagai suku, budaya, bahasa dan lain sebagainya. Maka kita sebagai pemberita Injil Kristus di suatu tempat harus bisa memahami dan menguasai bahasa dan budaya mereka.[1]

Sedangkan menurut David, menyatakan bahwa “untuk pelayanan misi harus belajar bahasa setempat. Karena dalam memberitakan firman Tuhan pasti berkomunikasi dengan bahasa setempat akan sangat mudah untuk dapat diterima oleh masayarakat setempat dengan baik”.[2]

Menurut Wulansari, menyatakan bahwa “yang dimaksud dengan kontak sosial adalah hubungan yang terjadi melalui percakapan satu dengan yang lain, komunikasi sosial ialah penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain”.[3]

Peneliti mengalami dan menyaksikan bahwa, salah satu kendala yang seringkali terjadi dan dialami oleh tim misi PUFST adalah sulit berkomunikasi dengan bahasa daerah setempat, maka selama ini sudah dimulai untuk belajar bahasa daerah setempat agar memudahkan untuk berkomunikasi dengan penduduk setempat yang sedang dilayani. Sebab di suku Ketengban memiliki dua bahasa yang berbeda, maka peneliti dan tim misi PUFST harus belajar dari kedua bahasa tersebut.


[1]Will Metzger, Op. Cit., 319.
[2]M. David Sills, Panggilan Misi Menemukan Tempat Anda Dalam Rancangan Allah Bagi Dunia ini, (Surabaya: Momentum, 2015), 169-170.
[3]Dewi Wulansari, Loc. Cit, 36-37.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua

Metode Penjangkauan Jiwa