Metode Penjangkauan Jiwa-jiwa Baru
Mengingat
orang-orang yang ada di suku Ketengban, yang tidak bisa membaca dan menulis,
maka satu-satunya jalan untuk mengajarkan Tuhan Yesus adalah dengan alat peraga
atau contoh-contoh dalam cerita firman Tuhan yang dapat dipahami oleh warga setempat.
1) Peneliti dan tim misi PUFST, mengajarkan
warga setempat mengenai kelahiran Tuhan Yesus Kristus dengan menggunakan alat peraga,
supaya warga setempat dapat menyaksikannya dan menerima serta memahaminya.
2) Peneliti dan tim misi PUFST, mengajarkan tentang
pengurbanan Tuhan Yesus dengan alat peraga.
Penduduk
di suku Ketengban tidak bisa membaca dan menulis, maka harus diberitakan melalui
cara alat peraga mengenai sang Juruselamat yang layak untuk dikenal oleh seluruh
umat manusia di dunia ini. Pengenalan kepada Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sebatas
perintah dari seorang penginjil atau bukan pula karena paksaan dari pihak luar.
Namun, mengenal Tuhan Yesus karena Dia adalah Juruselamat manusia berdosa, bagi
yang mengakui segala dosanya dan percaya dan mengimani, Yesus Kristus sebagai Tuhan
dan Juruselamat.
Diadakannya
bible game oleh peneliti dan tim misi PUFST, kepada anak-anak muda di suku Ketengban
adalah dengan tujuannya:
1) Membantu anak-anak sekolah minggu untuk bergairah mau mengikuti dan mendengarkan
cerita firman Tuhan dari tim misi PUFST.
2) Membantu para remaja untuk memahami firman Tuhan melalui visualisasi
cerita Alkitab yang dilakukan oleh tim misi PUFST.
3) Membantu anak-anak sekolah minggu dan remaja serta kaum muda untuk memahami
cerita Alkitab melalui permainan visualisasi yang diterapkan oleh tim misi PUFST,
untuk menarik perhatian dari anak-anak sekolah minggu dan remaja serta kaum muda
di suku Ketengban.
Peneliti meyakini bahwa, dengan
metode bible games ini akan membantu anak-anak muda yang ada di suku Ketengban
untuk dapat menangkap cerita Alkitab dengan baik dan tepat, karena sebagian
besar anak-anak muda belum bisa membaca dan menulis.
Komentar
Posting Komentar