Metode Penjangkauan Jiwa di Suku Ketengban
Metode
Penjangkauan Jiwa-Jiwa Baru
Seorang penginjil harus yakin dan sudah terlebih dahulu mengalami
sendiri kuasa Tuhan sebelum menyaksikan kepada orang lain. Jika belum lahir baru,
tentu tidak dapat menyaksikan tentang hidup baru kepada orang lain. Demikian pula
jika belum mengalami kesembuhan ilahi, kelepasan dosa, atau kepenuhan Roh Kudus,
maka tidak dapat meyakinkan orang lain tentang hal itu juga. Oleh sebab itu, seorang
penginjil harus mencari Tuhan dalam kepenuhan-Nya dan hidup dengan Dia dalam persekutuan,
supaya seorang penginjil dapat mengetahui bagaimana mendekati tiap-tiap jiwa dan
membawa mereka kepada Tuhan Yesus.
Setiap tutur kata dan tindakan oleh seorang penginjil harus
menjadi teladan bagi jemaat yang dilayaninya. Mereka akan melihat seorang pemberita
Injil sebagai sosok yang dapat diteladani dalam segala hal, dengan demikian maka
seorang penginjil harus dan mampu menghidupi segala firman Tuhan dalam setiap tindakan
dan tutur katanya, supaya semua jemaat yang dilayaninya maupun semua orang di sekitarnya
menjadi terberkati dan dapat memuliakan nama Tuhan. Kehidupan seorang penginjil
harus menjadi berkat bagi sesama orang percaya maupun orang yang belum percaya
kepada Tuhan Yesus Kristus.
Berikut ini peneliti memaparkan mengenai metode-metode yang relevan
atau tepat untuk digunakan dalam melakukan penjangkaun jiwa-jiwa baru, khususnya
orang-orang yang ada di suku Ketengban adalah sebagi berikut:
Salah
satu metode yang paling tepat bagi pelayanan penginjilan kepada orang-orang di suku
Ketengban adalah, membuat kelompok untuk belajar Alkitab:
1) Belajar tentang Allah, (sifa-sifat Allah
dan karya-karya Allah).
2) Belajar tentang Yesus Kristus (kedatangan
Tuhan Yesus mengambil rupa seperti bayi anak manusia, dan pelayanan penginjilan
di bumi Israel, serta pengurbanan-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia,
dan janji tentang kedatangan-Nya yang kedua kali).
3) Belajar tentang Roh Kudus, (keberadaan Roh
Kudus sejak kekekalan, sebelum dunia ini dijadikan, dan cara kerja Roh Kudus, tugas
Roh Kudus bagi orang percaya).
4)
Belajar tentang nabi-nabi Allah dalam
perjanjian lama
5)
Belajar tentang pelayanan rasul-rasul Yesus
dalam perjanjian baru
6)
Belajar tentang cara hidup jemaat mula-mula
7)
Belajar tentang nubuatan Tuhan Yesus mengenai
akhir zaman.
Kelompok
belajar Alkitab dibuat supaya, orang-orang yang ada di suku Ketengban dapat memahami
isi Alkitab dengan baik dan benar. Karena warga setempat sebagian besar tidak bisa
membaca dan menulis, maka metode yang tepat untuk melayani mereka adalah diskusi
mengenai isi Alkitab.
Menceritakan
tentang isi Alkitab dengan cara bekerja sama dengan tim misi PUFST, supaya
dapat terlayani dengan mudah, baik dan tepat. Selain itu belajar kelompok dapat
pula meningkatkan rasa kasih sayang dan persahabatan serta menerima dan menghargai
kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Bahkan metode ini dapat juga meningkatkan
pengetahuan Firman Allah dengan baik dan benar. Warga setempat rasa nyaman untuk
saling bertanya dan memberi jawab.
Komentar
Posting Komentar