Metode Penjangkauan di Suku Ketengban



Peneliti dan tim misi PUFST, menyaksikan dan mengalami bahwa, orang-orang yang ada di suku Ketengban, belum memahami Roh Kudus secara tepat karena memang belum diajarkan mengenai Roh Kudus. Maka, kedepannya akan mengajarkan tentang Roh Kudus kepada semua orang.

Alkitab menyatakan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi yang memiliki akal budi, perasaan dan kehendak. Roh Kudus adalah Allah, Kisah Para Rasul 5:3-4. Dapat diketahui bahwa Roh Kudus adalah Allah karena Dia memiliki sifat-sifat Allah. Salah satunya adalah Roh Kudus Sang Mahahadir (Mazmur 139:7-8).

Permulaan Roh Kudus, sebelum dunia diciptakan, Roh Kudus sudah ada. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air” Kejadian 1:1-2”.
Kedatangan Roh Kudus, bagi orang Kristen memiliki catatan tentang kejadian yang besar ini dalam Kisah Para Rasul 2:1-4. “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya”.

Berikut ini adalah peneliti memaparkan karya Roh Kudus dalam setiap orang percaya dan metode yang relevan atau tepat untuk mengajarkan:
Pertama, mengajak dan mengumpulkan orang-orang di suku Ketengban, untuk mengajarkan bahwa, Roh Kudus menyatakan dosa dan hukuman atas dosa tersebut pada seseorang. Dia membuat seseorang tahu bahwa dia telah bersalah di hadapan Allah. Roh Kudus memimpin orang yang berdosa pada jalan keselamatan. Ketika seseorang menyesali akan dosanya, maka orang tersebut akan melakukan dua hal: pertama, dia mungkin mengeraskan hatinya dan menolak Roh Kudus. Kedua, dia mungkin membuka hatinya dengan iman dan mengijinkan Roh Kudus untuk masuk dalam hatinya dan menuntunnya dalam jalan kebenaran. Ketika seseorang membuka hatinya, maka Roh Kudus akan masuk dan melakukan pekerjaan anugerah yang disebut kelahiran baru.
Kedua, mengajak dan mengumpulkan penduduk setempat dengan memberikan pemahaman kepada orang-orang di suku Ketengban, untuk mengetahui bahwa, Roh Kudus menolong orang Kristen untuk bertumbuh dengan kuat dan berakar di dalam Tuhan. Roh Kudus menolong orang Kristen untuk menjadi semakin kudus dalam hidupnya. Pertumbuhan ini hanya terjadi jika orang berdosa mau mendengar Roh Kudus dan melakukan apa yang Dia katakan kepada setiap orang percaya untuk melakukannya. Roh Kudus adalah penolong yang agung bagi hati manusia. Roh Kudus selalu membimbing dan menghibur. Roh Kudus menyatakan kebenaran pada akal dan hati.
Ketiga, berdiskusi dengan orang-orang di suku Ketengban, untuk mengetahui bahwa, Roh Kudus memberikan jaminan bagi orang-orang Kristen bahwa mereka adalah anak Allah. Alkitab memberitahukan kepada orang percaya bahwa Roh Kudus tinggal di dalam hati para setiap orang percaya. Tubuh orang percaya disebut bait Roh Kudus. Roh Kudus membangun gereja yang terdiri dari orang-orang percaya. Roh Kudus membimbing gereja Tuhan (orang percaya) untuk melakukan hal-hal yang lebih besar bagi kemuliaan Nama-Nya. Tuhan Yesus Kristus berjanji kepada para murid-Nya bahwa, mereka akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atas mereka, karena tanpa Roh Kudus, gereja merupakan suatu organisasi yang lemah dan tak berdaya di dalam dunia ini.
Keempat, memberikan penjelasan kepada orang-orang di suku Ketengban, untuk mengetahui bahwa, Roh Kudus bekerja di dalam hati orang yang tidak percaya juga. “dan kalau Dia datang, Dia akan menginsyafkan akan dosa. “Akan dosa karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku” Yohanes 16:9. Roh Kudus menerangkan kepada orang yang tidak percaya akan kenyataan dosa. Dia menunjukkan bahwa dosa yang terbesar dari semuanya adalah dosa karena ketidakpercayaan seseorang kepada Tuhan Yesus Kristus. Roh Kudus menginsyafkan kebenaran. “Akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa, dan kamu tidak melihat Aku lagi” Yohanes 16:10. Tidak ada seorang pun yang mengakui adanya kebenaran dalam dirinya, karena semua orang telah berbuat dosa dalam kehidupan. Sebab kebenaran standar Allah pasti berbeda dengan kebenaran standarnya manusia. Sesuatu yang dianggap benar menurut standar manusia belum tentu benar menurut standarnya Allah.
Kelima, mendorong dan memotivasi kepada orang-orang di suku Ketengban, untuk mengetahui Roh Kudus memberitahukan seseorang akan penghakiman Allah yang akan datang. “Akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum” Yohanes 6:11. Dosa membawa penghakiman. Hal ini dibuktikan dengan penghakiman yang dijatuhkan atas setan ke dalam dunia.

Buah-Buah Roh Kudus, berdasarkan Kitab Galatia 5:22-23
Pertama, supaya orang-orang yang ada di suku Ketengban, untuk mengetahui bahwa, buah Roh yang nampak dalam kehidupan batin manusia adalah: kasih, sukacita, dan damai sejahtera. Kasih ini adalah sesuatu yang lebih dalam, lebih luas dan lebih tinggi daripada cinta. Ini adalah hal yang mendasar dalam kehidupan, sesuatu yang hanya dapat diberikan oleh Roh Kudus kepada setiap orang yang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi dalam kehidupan mereka.
Kedua, supaya orang-orang yang ada di suku Ketengban, untuk mengetahui bahwa, buah Roh yang nampak dalam kehidupan yang bisa dilihat adalah: kesabaran, kebaikan, kemurahan. Kesabaran berarti tetap tenang pada saat mengalami sesuatu yang tidak benar atau ketidakadilan, tetap dengan dalam keadaan tenang menghadapi. Ini adalah suatu kemampuan untuk menerima penghinaan tanpa merasa sakit hati, dan tetap menjaga sikap setiap orang percaya ketika ejekan dan fitnah diberikan kepadanya.
Ketiga, supaya orang-orang yang ada di suku Ketengban, untuk mengetahui bahwa, buah Roh yang nampak dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri adalah: kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Kesetiaan berarti ketaatan kepada Allah dengan cara menuruti segala perintah-Nya dan kepada manusia dengan cara menghormati dan penuh berbelas kasihan terhadap satu sama yang lain. Yesus lemah lembut, tetapi Dia bukanlah lemah.

Hal yang terakhir adalah penguasaan diri. Merupakan hal yang sulit untuk mengendalikan diri sendiri. Setiap orang percaya harus melawan nafsu dan hal-hal yang jahat dalam sifat alamiah manusia. Orang percaya juga sering kalah, dalam penguasaan diri. Satu-satunya kuasa yang dapat memberikan kemenangan atas kejahatan adalah Roh Kudus yang ada di dalam setiap orang percaya, karena Roh Kudus adalah pribadi yang mampu menolong setiap orang percaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penjangkauan Jiwa

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua