Metode Pelayanan di Suku Ketengban


Pelayanan Dengan Berdiskusi Firman Tuhan

Pelayanan dengan berdiskusi firman Tuhan, adalah salah satu metode yang tepat untuk digunakan oleh para penginjil untuk memberitakan firman Tuhan, karena hampir semua orang-orang yang ada di suku Ketengban, belum bisa membaca, menulis dan menghitung. Maka, betapa pentingnya diadakan diskusi firman Tuhan bersama dengan warga setempat, supaya mereka mendengarkan firman Tuhan dengan seksama. 

Adapun metode diskusi dengan orang-orang di suku Ketengban yang ditawarkan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
a.       Menceritakan secara lisan mengenai karya Allah, sifat-sifat dan tujuan Allah bagi dunia ini, sesuai dengan yang dijelaskan dalam Alkitab.
b.         Menceritakan secara lisan mengenai keberadaan kekekalan Tuhan Yesus Kristus, hadirnya Tuhan Yesus dengan mengambil rupa seperti bayi manusia ke dalam dunia ini, serta karya pelayanan Tuhan Yesus Kristus di bumi Israel dan karya pengurbanan-Nya untuk penebusan dosa umat manusai dengan cara mati di atas kayu salib, dan pengajarannya mengenai kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya ke dalam dunia ini.
c.     Menceritakan secara lisan mengenai keberadaan Roh Kudus dari kekekalan, dan karya-karya Roh Kudus dari masa ke masa.
d.        Menceritakan secara lisan mengenai pelayanan yang dilakukan oleh para nabi-nabi-Nya, di dunia perjanjian lama.
e.       Menceritakan secara lisan mengenai keberadaan dan pemeliharaan Tuhan atas suatu bangsa yang namanya adalah Israel.
f.     Menceritakan secara lisan mengenai pelayanan yang dilakukan oleh para rasul-rasul dan kehidupan jemaat mula-mula.

Jadi, dengan diadakannya diskusi firman Tuhan di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja, bahkan dengan seberapa yang ada, kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban, maka peneliti dan tim misi PUFST, meyakini bahwa mereka bisa menerima dengan baik. Tim misi PUFST, harus mengajarkan kepada orang-orang di suku Ketengban yang sudah mendengarkan, menerima, percaya dan mengimani Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, supaya mereka memiliki potensi, baik secara kualitas rohani, maupun kuantitas dengan bersandar di dalam iman kepada Allah, serta tetap mengasihi Allah dengan sepenuh hati, dan sesama manusia dengan sepenuh hati, itulah bukti iman kepada Allah yang benar.

Dengan harapan supaya orang-orang di suku Ketengban dapat mempelajari firman Tuhan bersama tim misi PUFST, hal ini telah dilakukan dan akan terus untuk dilakukan yaitu: Pertama, “mengumpulkan, kedua, menggerahkan, ketiga, mengarahkan, keempat, memobilisasi jemaat yang dilayani di suku Ketengban, supaya mereka secara teratur untuk tanya jawab tentang firman Tuhan dengan sesama jemaat yang sudah terlayani. Peneliti dan tim misi PUFST, selalu berusaha untuk memberikan kesempatan kepada warga setempat untuk bertanya mengenai firman Tuhan yang sudah diajarkan oleh tim misi PUFST, namun bagi mereka yang kurang memahami, supaya dapat diberikan jawaban kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penjangkauan Jiwa

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua