Metode Pelayanan di Suku Ketengban


Pelayanan Dengan Kontekstual Sandang (Pakaian)

Pelayanan dengan kontekstual sandang (pakaian), perlu diperhatikan oleh tim misi PUFST, dalam pelayanan penginjilan kepada orang-orang di suku Ketengban. Sebab sebagian besar orang-orang yang ada di suku Ketengban masih mengenakan pakaian tradisional setempat. 

Adapaun pakaian tradisional setempat yang dikenakan oleh orang-orang di suku Ketengban adalah sebagai berikut:
1)             Bagi para wanita, mengenakan cawat. Cawat adalah semacam tumbuhan yang hidup dan bertumbuh di telaga-telaga, yang diambil dan dikeringkan hingga sesudah kering diikatkan dengan tali lalu digunakan oleh para wanita sebagai penutup tubuhnya.
2)             Bagi para pria, mengenakan koteka. Koteka adalah semacam sayur labu panjang yang berukuran kecil diambil dari kebun dan dikeringkan oleh warga setempat, kemudian digunakan oleh para pria.

Jadi, peneliti dan tim misi PUFST, memiliki kerinduan hati untuk mengarahkan dan mengajarkan orang-orang yang ada di suku Ketengban untuk:
Pertama, diberikan pemahaman dan anjuran kepada ibu-ibu atau para wanita umunya yang ada di suku Ketengban, supaya cawat yang sudah lama satu sampai satu setengah tahun digunakannya, supaya dapat digantikan dengan cawat yang baru apabila yang lama tidak layak digunakan atau sudah rusak.
Kedua, diberikan arahan kepada para lelaki yang ada di suku Ketengban, supaya pakaian tradisional atau koteka yang sudah lama terpakai selama dua sampai tiga tahun bisa digantikan dengan baru, yang layak dipakai, karena hal itu juga untuk kepentingan kesehatan penduduk setempat.
Ketiga, diberikan pemahaman kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban, supaya bisa mencoba untuk menggunakan pakaian modern. Seperti halnya, kaos dalam, baju, celana dalam, celana pendek luar, celana panjang dan lain sebagainya, supaya mereka tidak hanya mengenakan pakaian tradisional. Namun, sewaktu-waktu apabila ada pakaian modern mereka dapat mengenakannya.
Keempat, diajarkan kepada orang-orang di suku Ketengban, supaya mereka bisa menjaga kebersihan dalam berpakaian. Sebab pakaian tradisionalnya, belum pernah bahkan tidak terbiasa untuk dicuci, maka apabila ada sebagian mereka yang dapat mengenakan pakaian modern diberikan pemahaman supaya bisa dicuci pakaiannya.

Jadi, para penginjil yang terbeban untuk melakukan pelayanan penginjilan atau pemberitaan Injil Kristus kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban, supaya tidak menjaga jarak antara warga setempat dengan para penginjil. Namun, harus berusaha untuk mendekati penduduk setempat dengan berkomunikasi dan sharing firman Tuhan dengan mereka, supaya para penginjil dapat menyesuaikan diri dengan warga setempat tanpa memandang dari sisi berpakaian mereka, untuk mendekati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penjangkauan Jiwa

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua