Metode Pelayanan di Suku Ketengban


 Pelayanan Dengan Mengajarkan Cara Membaca Dan Menulis Serta Menghitung

Mengajarkan cara membaca menulis dan menghitung, kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban, adalah salah satu bagian pelayanan oleh para penginjil, karena sebagian besar warga setempat tidak bisa membaca, menulis dan menghitung. Kerinduan peneliti dan tim misi PUFST, kedepannya akan terus meningkatkan program untuk mengajarkan cara membaca cara menulis serta cara menghitung kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban, supaya mereka juga bisa membaca, menulis dan menghitung.

Adapaun peneliti mengalami atau menyaksikannya bahwa:
1)             Orang-orang dewasa, baik laki-laki mapun perempuan yang berusia di atas empat puluh tahun seluruhnya tidak bisa membaca, menulis dan menghitung.
2)             Orang-orang yang berusia dua puluh lima sampai dengan tiga puluh sembilan tahun hanya sekitar satu persen yang bisa membaca, menulis dan menghitung.
3)             Khusus kaum muda dan remaja yang berusia sekitar enam belas sampai dua puluh empat tahun, hanya empat persen yang bisa membaca, menulis dan menghitung.
4)             Sedangkan anak-anak yang berusia enam sampai dengan lima belas tahun hanya lima persen yang dapat membaca, menulis dan menghitung.

Di suku Ketengban, sekitar 95% orang belum bisa membaca, menulis dan menghitung. Salah satu kendala yang membuat mereka tidak bisa mengenal abjad adalah karena belum ada fasilitas pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Jadi, tindakan yang dilakukan oleh peneliti dan tim misi PUFST, untuk menolong penduduk setempat agar dapat membaca, menulis dan menghitung. Dengan melihat kendala yang sedang terjadi di ladang pelayanan penginjilan oleh tim misi PUFST di suku Ketengban, maka peneliti akan menawarkan beberapa metode untuk menanggulangi atau mencegah masalah buta huruf bagi warga setempat adalah sebagai berikut:

Pertama, membuka tempat berkumpul untuk belajar abjad, di setiap kampung yang ada di suku Ketengban, dengan tujuan untuk megajarkan abjad: cara membaca, cara menulis dan cara menghitung kepada warga setempat, baik dari anak-anak sampai dengan orang-orang dewasa. Usianya mulai dari empat tahun sampai dengan yang berusia di atas lima puluh tahun. Supaya mereka bisa membaca, menulis dan menghitung, tujuan utamanya adalah kedepanya supaya mereka dapat membaca Alkitab dan buku-buku yang berkaitan dengan cerita firman Tuhan dan buku-buku kesaksian kehidupan orang percaya, untuk meneguhkan iman percaya mereka di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Kedua, memilih orang-orang dewasa yang berusia dua puluh tahun sampai dengan tiga puluh lima tahun, dari beberapa kampung untuk mengajarkan abjad: cara membaca, cara menulis dan cara menghitung.
Ketiga, orang-orang dewasa yang sudah diajarkan abjad: cara membaca cara menulis dan cara menghitung, dan yang sudah bisa mengenal abjad, akan diutus ke daerah-daerah di wilayah sekitarnya, untuk mengajarkan abjad bagi mereka yang belum bisa membaca, menulis dan menghitung.
Keempat, anak-anak usia dini maupun usia remaja akan diupayakan untuk bisa masuk dan belajar di Sekolah Dasar (SD), akan diutus pergi belajar di tempat di mana ada SD, supaya mereka dapat mempelajari lebih banyak pengetahuan.
Kelima, kerinduan peneliti bahwa, suatu saat bisa membuka Sekolah Dasar (SD) bekerja sama dengan dinas pendidikan di kabupaten terdekat, agar bisa dibangunkan SD untuk mendidik anak-anak di penduduk setempat.
Keenam, mencari daerah-daerah yang belum terlayani dalam hal mengajari abjad, supaya orang-orang yang tinggal di suku Ketengban bisa mengenal abjad: cara membaca dan cara menulis dan cara menghitung.

Jadi, tujuan mengajarkan abjad: cara membeca, cara menulis, dan cara menghitung oleh peneliti dan tim misi PUFST, kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban adalah supaya pelayanan penginjilan atau pemberitaan Injil Kristus tidak hanya secara lisan berkata-kata tentang firman Tuhan kepada mereka, namun kedepannya mereka juga bisa membaca Alkitab dengan sendirinya. Peneliti dan tim misi PUFST, akan mengajarkan mereka abjad, karena sebagian besar orang-orang di suku Ketengban yang belum bisa membaca, menulis dan menghitung. Dengan penuh harapan bahwa, suatu saat mereka dapat membaca, menulis dan menghitung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua

Metode Penjangkauan Jiwa