Metode Pelayanan di Suku Ketengban


Pelayanan Penginjilan Dengan Melibatkan Warga Setempat

Setiap pelayan Tuhan pasti memiliki kerinduan hati yang sangat besar untuk jemaat yang dilayaninya supaya menjadi dewasa dalam iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bukti dari kedewasaan iman adalah setiap orang percaya mampu dan dapat menerapkan firman Tuhan dalam kehidupannya secara pribadi, salah satunya adalah menyaksikan karya Allah kepada orang-orang yang belum mendengar dan percaya kepada-Nya. Seorang pemberita Injil Kristus harus dan mampu melibatkan orang-orang percaya untuk menyaksikan kasih Allah kepada orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Jadi, peneliti memberikan beberapa langkah penting yang harus dilakukan saat melakukan pelayanan penginjilan, khususnya kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban adalah sebagai berikut:
Pertama, peneliti dan tim misi PUFST, melakukan pelatihan untuk memberitakan Fiman Tuhan, kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban, supaya mereka juga menyadari bahwa, keselamatan yang diberikan oleh Tuhan secara cuma-cuma harus diberitakan juga kepada orang-orang yang belum mendengarkan Injil Kristus secara cuma-cuma. Peneliti dan tim misi PUFST, akan terus berusaha untuk memberikan pemahaman dan pandangan agar orang-orang yang ada di suku Ketengban, mau terlibat bersama tim misi untuk menyaksikan kasih Allah kepada warga setempat yang belum mendengarkan-Nya.
Kedua, peneliti dan tim misi PUFST, melakukan pelayanan dengan melibatkan warga setempat, karena mereka lebih memahami dengan baik medan atau jarak tempuh di daerah tersebut, sebab mereka adalah orang-orang yang berasal dari daerah tersebut. Dengan tujuan supaya orang-orang di suku Ketengban dapat diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Ketiga, peneliti dan tim misi PUFST, melakukan pelayanan dengan melibatkan warga setempat, sebab mereka lebih memahami dengan baik budaya di daerah tersebut, karena mereka adalah orang-orang yang berasal dari daerah tersebut, dengan adannya keterlibatan penduduk setempat, maka pelayanan akan berjalan dengan lancar dan baik sesuai denga yang disepakati.
Keempat, peneliti dan tim misi PUFST, melakukan pelayanan penginjilan dengan melibatkan warga setempat, sebab mereka lebih memahami dengan baik bahasa di daerah tersebut, karena mereka adalah orang-orang yang berasal dari daerah itu, maka lebih tepatnya adalah melibatkan orang-orang dari daerah setempat agar pelayanannya bisa berjalan dengan baik, dalam memberitakan Injil Kristus, sebagai bukti mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.  

Peneliti dan tim misi PUFST, menyadari bahwa penginjilan adalah berasal dari hati Allah. Karena Missio Dei adalah misi Trinitarian, yakni misi Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus oleh pekerjaan Roh Kudus. Allah Bapa adalah Perancang misi, Yesus Kristus adalah pelakasana misi yang di utus oleh Bapa dan Roh Kudus adalah penerap, pengefektif, pendinamis misi, yang diutus oleh Bapa dan Anak. Misi ini diteruskan oleh Allah Tritunggal dengan mengutus gereja sebagai agen tunggal misi Allah dalam dunia ini, dengan demikian setiap generasi ke generasi harus mendidik misionaris dalam hal ini, misionaris dari setiap suku dan daerah, agar dapat menjangkau jiwa baru yang belum terjangkau.

Berikut ini adalah peneliti memberikan beberapa manfaat, jikalau tim misi PUFST, hidup bergabung dan bergaul dengan jemaat dalam kelompok masyarakat di suku Ketengban, maka akan menghasilkan beberapa hal penting antara lain:
a)           Kasih Allah dinyatakan tidak hanya kepada sesama anggota tim misi PUFST, namun juga kepada kelompok masyaraat yang dilayani, dan orang-orang disekitar mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian semua yang diajarkan oleh tim misi dapat dipahami dengan baik dan benar, akhirnya akan meningkat kognitif dan spiritual masyarakat setempat, dengan terlibat dalam pelayanan penginjilan bersama tim misi PUFST.
b)     Apabilah di tengah-tengah pelayanan penginjilan, harus membangun suatu persekutuan yang erat dan baik melalui karya Roh Kudus melibatkan warga setempat, maka pelayanan akan berjalan dengan baik, karena daerah tersebut yang lebih di kuasai medan adalah mereka yang berdomisili di sekitarnya.
c)           Apabila melibatkan warga setempat dalam pelayanan penginjilan, maka yang akan terjadi dalam kehidupan antar sesama anggota tim misi PUFST, maupun warga setempat menjadi rukun dan damai; maupun akan memudahkan untuk melakukan pemberitaan Injil Kristus, sebab telah mempraktikkan firman Tuhan dalam kehidupan.
d)    Apabila dalam pelayanan penginjilan melibatkan warga setempat maka, akan dengan kesatuan hati untuk bersaksi mengenai Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang yang ada di sekitar suku Ketengban maupun mereka yang jahu dari suku Ketengban.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penjangkauan Jiwa

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua