Metode Pelayanan Dengan Kontekstual Interpersonal
Metode Pelayanan
Dengan Kontekstual Interpersonal
Pelayanan
yang bersifat kontesktual interpersonal, hal
ini sangat penting dalam pelayanan kepada orang-orang yang belum saling mengenal
satu sama lain. Sebagai seorang pelayan Tuhan harus dan mampu membawakan diri di
hadapan orang awam yang belum saling mengenal satu sama lain, dengan cara membangun
relasi antar-perseorangan agar dapat diterima di budaya dan bahasa yang berbeda.
Menyesuaikan diri dengan suhu, udara, bahkan hidup berbaur dan saling menerima
semua kalangan atau semua tingkatan penduduk yang ada di suku Ketengban, Papua.
Peneliti
dan tim misi PUFST, sudah pergi dan masuk ke daerah wilayah kehidupan
orang-orang di suku Ketengban, dengan cara mengkontekstualisasikan diri, supaya
dapat diterima oleh orang-orang yang ada di sana. Agar Injil Kristus dapat diberitakan
kepada mereka dengan tanpa ada halangan apa pun.
Dengan metode berkontekstualisasi,
peneliti meyakini bahwa, firman Tuhan dapat tersampaikan dengan tepat dan orang-orang
yang ada di suku Ketengban juga dapat menerima dengan baik. Dengan suatu
harapan bahwa, sekiranya mereka bisa menerima tim misi untuk mau diajarkan serta
menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi dalam kehidupan
mereka, dan mempraktikkan Firman Kristus dalam kehidupan mereka, supaya iman mereka
dapat dibangun dan bertumbuh serta berakar di atas dasar iman yang benar yaitu,
di dalamTuhan Yesus.
Jadi,
yang dimaksud oleh peneliti bahwa kontekstual interpersonal adalah:
Pertama, menemui
secara pribadi dengan orang-orang yang ada di suku Ketengban, untuk berintraksi
mengenai situasi dan kondisi keadaan yang ada di daerah (tempat) tersebut. Karena
kondisi daerah setempat, yang lebih menguasai adalah mereka yang berasal atau asli
dari daerah tersebut.
Kedua, berinteraksi
dengan perseorangan untuk menanyakan dan membahas mengenai sifat-sifat atau karakter
ataupun kebiasaan orang-orang setempat, supaya dalam pelayanan penginjilan
dapat dilakukan dengan metode yang tepat. Karena, orang yang berasal dari daerah
setempat tentu memahami kebiasaan-kebiasaan dari warga atau penduduk setempat.
Ketiga, berinteraksi
dengan perseorangan untuk memperkenalkan Yesus Kristus yang adalah Tuhan
dan Juruselamat secara pribadi dalam kehidupan mereka yang menerima dan percaya
serta beriman kepada-Nya.
Keempat, membimbing
serta mengarahkan satu persatu mereka yang bersedia untuk mau menerima dan mengakui
Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupan mereka.
Komentar
Posting Komentar