Kesimpulan Misiologi
Kesimpulan Miologi
Setelah peneliti mempelajari
dari berbagai sumber mengenai, evaluasi
teoretis metode penginjilan “PUFST” bagi peningkatan penjangkauan jiwa dan kualitas
rohani di suku Ketengban, maka peneliti mendapatkan suatu kesimpulan:
Pertama, Allah adalah Pembuat Misi (MISIO DEI), misi Allah bertujuan untuk menyelamatkan
manusia yang baru saja diciptakan, namun tidak menuruti perintah-Nya. Maka Allah
datang dengan inisiatif-Nya untuk mencari, mendekati, memanggil manusia pertama
yang bersembunyi oleh karena dosa, supaya Ia memulihkan kembali dari rusaknya hubungan
antara Allah dengan manusia yang berdosa. Di sisi lain Allah juga memberikan konsekwensi
dosa kepada Adam, Hawa dan Ular. Tidak hanya itu Allah juga menjanjikan seorang
Juruselamat yang akan mematahkan kuasa dosa-dosa manusia dari turun temurun, yaitu
keturunan dari perempuan (Hawa) para teolog-teolog diistilahkan dengan kata Yunani
(Proto-Evangelium) atau benih Injil Keselamatan (Kejadian 3:15).
Kedua, Tuhan Yesus Adalah
Penginjil Yang Ulung,
Ia
mewatarkan Injil keselamatan kepada orang banyak, demi keselamatan manusia berdosa.
Ia tidak pernah merasa lelah disaat memberitakan kabar keselamatan kepada orang-orang
berdosa di bumi Israel, karena Ia tahu bahwa hanyalah Injil yang mampu menyelamatkan
orang-orang berdosa di dunia ini.
Ketiga, murid-murid Tuhan
adala pemberita Injil,
mereka
dengan setia memberitakan kabar keselamatan kepada seluruh dunia, mulai dari Yerusalem,
Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi (Kis.1:8) terbukti sampai saat ini bahwa, firman
Tuhan dapat mereka sampaikan keseluruh dunia.
Keempat, tugas semua orang
percaya adalah pemberita Injil Kristus,
dari
seluruh daerah yang telah menerima kabar tentang keselamatan mereka menyadari
bahwa, orang lain juga perlu diselamatkan, maka dengan penuh kesadaran mereka pergi
ke daerah-daerah yang belum terjangkau, untuk memberitakan Injil Kristus. Sekarang
tugas yang sama juga bagi setiap orang Kristen adalah menjadi penginjil atau penyaksi-penyaksi
kabar tentang pengurbanan Tuhan Yesus Kristus, bagi dosa-dosa manusia di dunia
ini.
Dengan demikian, penginjilan
yang dilakukan oleh peneliti dan tim misi PUFST, kepada orang-orang di suku Ketengban
harus diberitakan berita mengenai Tuhan Yesus Kristus, sebab mereka memang belum
mendengarkan berita mengenai Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat.
Komentar
Posting Komentar