EVALUASI PENDIDIKAN
EVALUASI PENDIDIKAN
Fungsi Evaluasi
a. Evaluasi berfungsi selektif
Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunyai cara untuk magadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Evaluasi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain:
- Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
- Untuk memilih siswa yang dapat naik kelas atau tingkat berikutnya.
- Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
- Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya.
b. Evaluasi berfungsi diagnostic
Apabila alat yang digunakan dalam panilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Disamping itu, diketahui pula sebab dari kelemahan itu. Jadi, dengan mengadakan penilaian, sebenarnya guna mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahannya. Dengan diketahui sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasi.
c. Evaluasi berfungsi penempatan
System baru yang kini banyak dipopulerkan di Negara barat, adalah sistem belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik itu berbentuk modul maupun paket belajar yang lain. Sebagai alasan dari timbulnya sistem ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemampuan individual. Setiap siswa sejak lahirnya telah membawa bakat-bakat sendiri sehingga pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaikan dengan pembawaan yang ada. Akan tetapi, disebabkan karena keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan yang bersifat individual kadang-kadang sukar sekali dilaksanakan. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok. Untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana siswa yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.
d. Evaluasi berfungsi sebagai pengukur keberhasilan
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu: faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan system administrasi.
EVALUASI PENDIDIKAN KRISTEN
EVALUASI PEMBELAJARAN
1. Evaluasi Pembelajaran adalah:
2. Orang bisa melakukan Evaluasi pembelajaran dalam dua hal sederhana yaitu:
a. Evaluasi sesuai dengan kebutuhan yayasan atau institusi
b. Evaluasi sesuai dengan kebutuhan pengajar
c. Evaluasi sesuai dengan kebutuhan pelajar atau mahasiswa.
PROGRAM PENDIDIKAN
1. Program Pendidkan adalah:
1. Bagaimana kita harus hidup?
a. Rajin
b. Jujur
c. Smart
d. Bijak
2. Jangan mengultuskan:
a. Orang lain diantara kita
NO
|
PEMBELAJARAN
|
PENDIDIKAN
|
Usaha sadar atau sengaja untuk mentransfer pengetahuan ke mahasiswa dengan sebaik mungkin.
|
Mendeawasakan Pendidikan untuk mentransfer nilai-nilai dalamkehidupan.
| |
Memberikan pelajaran untuk kecerdasan
|
Membentuk budi pengerti
| |
Mengajarkan Teknik mengajar
|
Mempelajari Teknik belajar dan mengajar.
| |
Jangka waktu tidak lama
|
Jangka menengah atau Panjang, tak terbatas.
| |
Menguasai pengetahuan, kealihan tertentu yang dia mampu dan bisa di kuasai.
- Untuk memecahkan masalah harus bisa banyak menguasai materi.
- Setiap manusia harus diarahkan untuk mendalami setiap bidang dibidang keahliannya.
|
Kegiatan pola piker, kogitif apektif dan mengajarkan pengetahuan yang benar.
- Tidak ada manusia yang bodoh, hanya kepintaran manusianya yang berbeda.
- Perluh diperlengkapi,
- Mempelajari ilmu-ilmu yang saling berkaitan.
| |
Pembelajaran itu bersifat kualitatif
|
Pendidikan itu bersifat kuantitatif
| |
Penguasaan materi
|
Pembentukan manusia manusia seutuhnya.
- Nilai-nilai kemanusiaan
- Nilai-nilai kehidupan
| |
Proses transfer ilmu pengetahuan dgn mendappatkan perubahan tingkah laku anak didik.
|
Pembentukan dan pengembangan anak didik.
| |
Hasil belajar yang dapat dicapai dan yang mengerti.
|
Tanggunjawab penerima didikan masing-masing.
| |
Teknis
|
Konseptis, teoris dan peneladanan, panutan, learning to be.
| |
Mampu
|
Harkus dapat dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari.
| |
Dia tahu bahwa dia mampu
|
DIA ITU TIDAK SADAR BAHWA DIA ITU MAMPU…
- KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK DIADAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN?
- BAGAIMANA CARANYA EVALUASI PEMBELAJARAN YANG TEPAT?
- SIAPA YANG BERHAK MENGEVALUASI DAN DIEVALUASI?
- DIMANA TEMPAT YANG TEPAT UNTUK DIADAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN
- MENGAPA HARUS DIADAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN?
- APA-APA SAJA YANG MENDORONG UNTUK PERLUH DIADAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN?
PERUBAHAN YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA.
1. Terjadi Di Berbagai Bentuk Prilaku, kognitif, psikomotirk dan apektif, menambah wawasan pengetahuan skil.
2. Sikap perubahan ralatif permanen, dalam kondisi2, gampang marah, timbul rasa kelelahan.
3. Perubahan yg terjadi dalam tingkah laku adalah dalam penguasaan prilaku, mampu menggunakan ilmu-ilmu yang dipelajari.
4. Perubahan akan terjadi apabila ada hadia atau hukuman.
5. Latihan sesudah mendapatkan pelajaran Harus banyak praktekkan
6. Dalam pembelajaran ada kebanggan dalam kehidupannya.
7.
Arti evaluasi:
- Penilaian sebuah proses secara menyeluruh yg telah terjadi atau sedang berjalan.
- Evaluasinya hanya prosesnya
- System pembelajaran secara menyeluruh.
- Nialai salah satu komponen
- Mengetes kemampuan anak didik
- Pengukuran
- Ada alat standar yang baku
Evaluasi dan penilaian adalah bersifat kualitatif.
Jadi, menilai suatu proses.
Tujuan evaluasi: untuk mengetahui keefektifan pembelajaran, untuk memperbaiki program2 belajar yang akan datang.
Belajar dari:
- Guru
- Orang tua
- Sekolah
- Buku-buku
- Orang lain
Ujian adalah memahami pelajaran dan mempraktekkan
Ulangan= mengulangi pembelajaran…
Bagi guru:
- Guru mengajarkan apakah materi yang diajarkan adalah berguna bagi mahasiswa pelajar apa tidak.
- Mengetahui keefektifan proses belajar mengajar
-
- Apakah metode yang diberikan oleh guru ke siswa tepat apa tidak?
- Bagi sekolah
- Untuk mengetahui tempat pembelajaran yang baik
- Stratgei tempat pembangunan sekolah atau kampus.
Bagi org tua:
- Melihat tingkah laku orang tua
- Meyakinkan orang tua menjadi bahan pertimbangkan
Bagi masyarakat:
- Untuk mengetahui kualiatas sekolah.
- Mengetahui sekolahnya bagus, dalam segala hal.
Jadi, untuk menilai secara menyeluruh
Margeting:
- Cara memperkenalkan produk dan menjual barangnya.
- Marketing memarketingkan marketing
- Produk harus baik,
- Harganya harus wajar.
- pelayanan
Pengertian Evaluasi
Eureka Pendidikan. Dalam dunia pendidikan kita sering mendengar kata evaluasi. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa hakikat dari dari evaluasi dan bahkan apa itu itu evaluasi terkdang disalah artikan oleh seorang guru. Padahal seorang guru memiliki salah satu kewajiban yakni melakukan evaluasi kepada program pembeleajaran yang telah dilakukan.
Evaluasi sering disalah artikan oleh seorang guru dengan kata ujian, padahal ujian hanya salah satu bentuk evaluasi. Jika ujian tidak dilaksanakan dengan baik dari segi penyusunan Intsrumennya, bahkan ujian pun yang dibuat asal-asal tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk evaluasi.
Bloom (1971) mendefinisikan evaluasi, sebagaimana kita lihat, adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi siswa. Sejalan dengan itu, Stufflebeam (1971), mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.
Evaluasi adalah suatu proses untuk merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat beberapa alternatif dalam mengambil keputusan. Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja dilaksanakan untuk memeperoleh informasi atau data; berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat keputusan. Dimana informasi data yang dikumpulkan itu haruslah data yang sesuai dan mendukung tujuan evaluasi yang direncanakan.
Tujuan evaluasi bisa berbeda dengan tujuan dari ujian. Secara sederhana evalusi digunakan untuk memeperbaiki sistem dengan cara memberi penilaian berdasarkan data yang diambil dari suatu atau sekelompok objek. Sedangkan ujian dapat dilakukan tanpa ada tujuan untuk memeperbaiki nilai. Ujian juga dapat dilakukan hanya untuk menyaring dan menentukan kelas dari kumpulan objek.
Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran, Norman E. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation is a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils”. (Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa).
Dengan kata-kata yang berbeda, tetapi mengandung pengertian yang hampir sama, Wrightstone dan kawan-kawan (1956: 16) mengemukakan rumusan evaluasi pendidikan sebagai berikut: “Educational evaluation is the estimation of the growth and progress of pupils to ward objectives or values in the curriculum”, (Evaluasi pendidikan ialah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum).
Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa evaluation adalah penilaian. Dari kata evaluation inilah diperoleh kata Indonesia evaluasi yang berarti menilai.
Komentar
Posting Komentar