Contoh Menganalisis Data
Contoh Menganalisis
Data
Penelitian
dalam tesis ini dan metode yang ingin peneliti terapkan untuk melakukan penelitian
ialah dengan menggunakan metode kualitatif. Seperti halnya dinyatakan oleh Tomatala,
bahwa “metode kualitatif ialah pendekatan berupa prosedur penilaian yang menghasilkan
data deskriptif tentang seseorang atau sesuatu yang diamati atau diungkapkan dalam
bentuk tertulis atau pun lisan”.[1]
Pendekatan
yang digunakan oleh peneliti untuk melakukan penelitian dalam tesis ini adalah pendekatan
deskriptif teologis, yang dimaksud pendekatan deskriptif teologis adalah: pemaparan
atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci berdasarkan
konsep teologis mengenai metode-metode pelayanan penginjilan di suku Ketengban.
Surakhmad, menyatakan bahwa “pendekatan deskriptif itu memusatkan diri pada pemecahan
masalah-masalah yang ada, di mana data-data disusun lalu dijelaskan dan dianalisis,
data yang diperoleh juga bersumber dari berbagai kepustakaan yang berkaitan
dengan Alkitab juga melalui media elektornik seperti internet”.[2]
Tenik
analisa data adalah peneliti mengumpulkan data-data dari berbagai sumber untuk
akan dianalisa data-data tersebut. Seperti yang dinyatakan oleh Sugiyono, bahwa
“dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif, data diperoleh dari berbagai
sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi),
dan dilakukan terus menerus sampai datanya jenuh. Dengan pengamatan yang terus menerus
tersebut mengakibatkan variasi data tinggi sekali. Data yang diperoleh pada umumnya
adalah data kualitatif maupun kuantatif”.[3]
Sedangkan menurut Telaumbanua, bahwa “bagi mahasiswa s1 atau s2 dalam penyusunan
skripsi dan tesis memberikan penekanan pada penerapan konsep dan teori-teori”.[4]
Menganalisa
data kualitatif merupakan proses sistematis yang berlangsung terus menerus, bersamaan
dengan pengumpulan data. Berikut ini adalah proses teknik analisa data-data
adalah:
Pertama, peneliti
akan menganalisis data yang ada pada Bab 1 dengan latar belakang masalah sehingga
munculnya sebuah penelitian. Sebab tanpa masalah, penelitian tidak akan menarik
untuk diteliti. Oleh sebab itu, masalah yang ada kemudian menemukan pemecahan-pemecahannya.
Kedua, peneliti
akan menganalisis data mengenai teori-teori yang sudah terkumpul pada waktu penulisan.
Melalui analisis data tersebut, maka data yang dihasilkan menjadi lebih jelas dan
baik. Kemudian melakukan langkah berikutnya yaitu menjelaskan data-data yang ada
pada Bab 2.
Di
bab 4, peneliti menggunakan teknik analisis data dengan pendekatan pembahasan adalah
sebagai berikut: Paparan Data dan Temuan Penelitian, Deskripsi atau Data, Pentingnya
Penginjilan Sampai ke Polosok Dunia, Penjangkaun Jiwa dalam Penginjilan, Kualitas
Rohani Dalam Penginjilan, Metode yang tepat untuk pelayanan di suku ketengban, Temuan
Penelitian, Pembahasan Hasil Temuan, Metode Yang dipilih Untuk Penginjilan di suku Ketengban, Metode penjangkaun
jiwa-jiwa baru, Kualitas Kehidupan Rohani Orang Percaya, Kesimpulan Sementara, Santoso dkk., menyatakan
bahwa, “peneliti harus menganalisa lebih mendalam[5]”.
Maka, peneliti akan menganalisa metode penginjilan secara teoretis.
[1]Yakob Tomatala, Pengantar Metodologi Riset, (Jakarta: Institut Filsafat Teologi dan
Kepemimpinan Jaffray, 2004), 31.
[2]Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Dasar, Metode, Teknik, (Bandung: Trasito,
1990), 139.
[3]Sugiyono, Op.
Cit., 331.
[5]Lindawati Santoso dkk., Pedoman Penulisan Tesis dan Tesis: Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia
(STTIA) Surabaya, (Surabaya: STTIA, 2015), 23-25.
Komentar
Posting Komentar