Contoh Melakukan Suatu Metode Penelitian
Contoh Melakukan Suatu Metode
Penelitian
Ada
dua macam metode yang diterapkan dalam sebuah penelitian. Metode ini diterapkan
dalam penulisan Skripsi atau pun tesis yaitu metode kualitatif dan kuantitatif.
Untuk penelitian ini, peneliti memilih metode kualitatif, dan ruang lingkupnya dalam
konteks teologi.
Nazir,
memberikan pemaparan mengenai kegunaan penelitian yaitu:
Kegunaan penelitian ialah untuk menyelediki
keadaan dari, alasan untuk, dan konsekwensi terhadap suatu set keadaan khusus. Penelitian
memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan fondasi terhadap tindak terhadap
keputusan dalam aspek pembangunan. Metode penelitian adalah usaha untuk memecahkan
suatu masalah, memperhatikan apakah masalah yang akan ingin dipecahkan, masalah
tersebut dapat dikontrol atau tidak, masalah sosial ataukah masalah natural,
atau alami?[1]
Dijelaskannya
bahwa, “metode penelitian adalah suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur
oleh pertimbangan-pertimbangan logis, secara sistematis dari fakta-fakta yang
ada”.[2]
Pentingnya penelitian terhadap suatu masalah yang terjadi ditengah-tengah masyarakat
dewasa ini, supaya mendapatkan jalan keluar yang baik, apabila masalah tersebut
dapat dipecahkan dalam suatu penelitian yang benar.
Sedangkan
Sugiyono, menyatakan bahwa, metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah
untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Ada empat kata kunci
yang perlu diperhatikan yaitu:
Pertama, cara
ilmiah artinya, penelitian
itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan.
Kedua, rasionalisme artinya, penelitian yang dilakukan dengan cara yang masuk
akal.
Ketiga, empiris artinya, cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh
panca indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara
yang digunakan oleh peneliti, dan dapat diteliti oleh peneliti selanjutnya.
Keempat, valid artinya, derajat ketepatan data yang sesungguhnya
terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti.[3]
Sedangkan
metode kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena popularitasnya belum lama.
Dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postfositifisme.
Metode ini disebut juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih
bersifat seni (kurang terpola) dan disebut sebagai metode interpretive karena
data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan
dilapangan”.[4]
Tujuan penelitian akan menentukan metode yang
dipakai. Ketepatan pemilihan metode, baik kuantitatif maupun kualitatif, sangat
tergantung dari tujuan tersebut. Baik kualitatif maupun kuantitatif sama-sama memiliki
kendalannya sendiri. Keduanya adalah metode yang sahih dalam penelitian. Yang bertujuan
untuk mengungkapkan dan mencari jawaban atas masalah, fakta, realita dan peristiwa
di dunia ini”.[5]
Metode
yang dipakai oleh peneliti menentukan cara penyelesaian sendiri. Metode kualitatif
cenderung dihubungkan dengan pradigma interpresif. Metode ini memusatkan pada penyelidikan
terhadap cara manusia memakai kehidupan sosial mereka, serta bagaimana manusia
mengekspresikan pemahaman mereka melalui bahasa, suara, perumpamaan, gaya pribadi,
maupun ritual sosial”.[6]
Daymon
memberi ulasannya di atas bahwa metode kualitatif memiliki kecenderungan kepada
pemaknaan manusia terhadap sebuah keadaan dan konteks mereka. Maka, peneliti akan melakukan penelitian
dengan evaluasi teoretis metode penginjilan PUFST yang lama supaya menemukan
metode yang baru untuk peningkatan penjangkauan jiwa dan kualitas rohani.
Sesuai
dengan pernyataan dari beberapa kutipan di atas, maka peneliti hanya menggunakan
metode kualitatif, karena peneliti melakukan evaluasi secara teoretis metode penginjilan
PUFST bagi peningkatan penjangkauan jiwa dan kualitas rohani di suku Ketengban.
Adapun tujuan utama peneliti melakukan evaluasi mengenai metode penginjilan
yang telah digunakan oleh peneliti dan tim misi PUFST selama ini dalam melakukan
pelayanan penginjilan adalah untuk menemukan metode yang tepat. Supaya kedepannya
dapat dipergunakan metode tersebut untuk melakukan penginjilan kepada orang-orang
yang ada di suku Ketengban, agar mereka dapat mendengarkan Injil Kristus.
[1]Moh. Nazir,
Op. Cit., 46.
[2]Moh. Nazir, Op.
Cit., 35.
[3]Sugiyono, Metode
Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), (Bandung: Alfabeta, 2014), 3.
[4]Sugiyono, Op.
Cit., 7.
[5]Conny R. Semiawan, Op. Cit., 66.
[6]Christine Daymon, Imny Holloway, Metode-metode Roset Kualitatif dalam Public
Relations dan Marketing Communications, (Yogkarta: Bentang, 2008), 39.
Komentar
Posting Komentar