Contoh Melakukan Suatu Instrumen Penelitian
Contoh Melakukan Suatu Instrumen
Penelitian
Harianto, memaparkan bahwa “pengumpulan data ialah menjelaskan
bagaimana langkah-langkah pengumpulan data, dengan metode yang dipilih serta alat
yang dipakai. Jadi, penjelasan mengenai pelaksanaan metode pengumpulan data penerapan
alat pengumpulan data, dan penjelasan mengenai data yang akan diperoleh”.[1]
Secara garis besar teknik yang dapat digunakan untuk pengumpulan
data ialah teknik pengamatan. Dalam proses pengumpulan data, maka peneliti melakukan
langkah-langkah seperti: Pertama, peneliti
akan mencari data yang bersangkut paut mengenai hal-hal yang berkaitan dengan teologi
misi mengenai metode penginjilan oleh tim misi PUFST kepada orang-orang di suku
Ketengban. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari buku-buku misiologi dan
sumber-sumber yang memiliki informasi sebanyak mungkin terkait topik tersebut. Kedua, penulis mengumpulkan teori-teori pada
teolog bagaimana ajaran misiologi mengenai metode penginjilan. Ketiga, peneliti akan melakukan analisa data
bagaimana ajaran Alkitab yang benar terkait metode misi penginjilan atau
pemberitaan Injil Kristus.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian, sangat diperlukan
oleh setiap orang yang sedang mengadakan pengumpulan data-data dalam suatu penelitian.
Karena penelitian membutuhkan data-data yang sumbernya jelas. Seperti dinyatakan
juga oleh Sugiyono, bahwa “teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling
utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan
data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber
dan berbagai cara. Macam-macam teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara,
dokumntasi, dan triangulasi/gabungan”.[2]
Sedangkan Narbuko, menyatakan bahwa “kualitas data ditentukan
oleh kualitas alat pengumpulan datanya. Kalau alat pengumpulan datanya valid, maka
reliable dan objektifitas datanya juga akan valid. Data yang valid reliable dan
objektif akan menjamin kesimpulan penelitian yang meyakinkan jika menggunakan teknik
analisis data yang tepat pula”.[3]
Selanjutnya Harianto, menyatakan bahwa “langkah-langkah dalam pengumpulan data adalah
sebagai berikut: Pertama, penelitian untuk
mendapatkan gambaran umum daripada partisipan dan objek penelitian. Kedua, pengumpulan data melalui dokumen-dokumen
yang ada, dan lain-lain”.[4]
Berikutnya menurut Subagyo, menyatakan bahwa “dalam pengumpulan data, peneliti
mengumpulkan data dengan alat pengumpulan data, dan alat bantu lain sesuai dengan
metode pengumpulan data yang ditetapkan dan alat yang telah dipilih atau dibuat”.[5]
Karena sebelum melakukan pengelolahan data-data dalam
suatu penelitian, betapa pentingnya mengetahui darimana asal-usulnya data-data
yang diperoleh untuk penelitian. Seperti yang dinyatakan oleh Telaumbanua, bahwa
“sebelum melakukan pengelolahan data penelitian, terlebih dahulu harus diketahui
adalah, dari mana asal data diperoleh. Hal itu penting karena sumber data juga turut
menentukan teknik pengumpulan data, yang akan digunakan oleh peneliti dalam penelitian”.[6]
Untuk sumber data, peneliti menggunakan sumber primer
dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data
kepada pengumpul data, sedangkan sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung
memberikan data, kepada pengumpulan data, misalnya melalui orang lain atau melalui
dokumen seperti buku-buku yang berkaitan dengan judul tesis. Sumber data sangat
penting dalam melakukan penelitian. Data tentunya memiliki sejumlah informasi yang
ingin dipakai dalam mengembangkan sebuah gagasan/ide dalam sebuah karangan ilmiah
atau dalam menulis Skripsi atau tesis. Data itu sendiri memiliki sumber data.
Chandra, menyatakan bahwa “kata ‘data’ datum yang berarti materi atau kumpulan
fakta yang dipakai untuk keperluan suatu analisis, diskusi, prsentasi ilmiah,
atau tes statistik, materi atau kumpulan fakta dapat berupa status, informasi,
keterangan dan lain-lainnya dari suatu objek yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti,
atau berasal dari sumber lain seperti instansi badan internasional, hasil publikasi
ilmiah, dan hasil penulisan orang lain”.[7]
Berdasarkan uraian di atas maka dalam penyusunan tesis
ini membutuhkan data yang akan digunakan untuk menjadi bahan dalam membuat analisis
dan lainnya. Sumber data primer yang digunakan oleh peneliti adalah Alkitab,
dan sumber data sekunder yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan
penelitian ini ialah melalui dokumen literatur buku-buku teologi, kamus teologi
Alkitab, buku misiologi, dan teologi pratika yang terkait dengan metode
pelayanan penginjilan, internet juga dibutuhkan. Sangat mustahil melakukan
suatu penelitian tanpa memiliki data yang cukup. Sebab data kemudian akan dikumpulkan,
dianalisa untuk mengetahui teori-teori yang terkandung di dalamnya.
Peneliti mengumpulkan data-data dengan cara menggunakan
penelitian dengan studi literatur dari berbagai sumber terhadap permasalahan dan
teori yang terkait. Peneliti membaca, merenungkan, menelaah, menganalisis setiap
topik dalam buku tersebut kemudian menentukan kalimat-kalimat yang perlu untuk
dikutip dalam penelitian ini, untuk memberikan suatu “evaluasi teoretis mengenai
metode penginjilan PUFST bagi peningkatan penjangkauan jiwa dan kualitas rohani di suku Ketengban.
[1]Harianto GP, Metodologi kuantitatif & Kualitatif, (Surabaya: STT Bethany, 2013),
104.
[2]Sugiyono, Op.
Cit., 308.
[3]Cholid Narbuko, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara Sinar Grafika Offset, 2010),
64.
[4]Harianto, Op.
Cit., 161.
[7]Budan Chandra, Pengantar Statistik, (Jakarta: Buku Kedoteran EGC, 1995), 7.
Komentar
Posting Komentar