Contoh Dalam Pemeriksaan Keabsahan Data
Contoh Dalam Pemeriksaan
Keabsahan Data
Keabsahan data sangat diperlukan dalam suatu penelitian,
karena tanpa ada validitas data-data yang sudah diperoleh, maka sia-sialah penelitian
yang telah dilakukannya. Seperti yang dinyatakan oleh Sugiyono, bahwa “uji keabsahan
data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji validitas dan reabilitas
data yang diperoleh”.[1]
Sedangkan Harianto, menyatakan bahwa “validasi adalah alat pengukur yang berfungsi
dengan baik, itu yang akan mampu mengukur dengan tepat mengenai gejala-gejala sosial
tertentu”.[2]
Selanjutnya Telaumbanua, menyatakan bahwa, “uji validitas
dilakukan untuk mengetahui apakah butir-butir soal dalam suatu instrumen valid
atau tidak. Uji validitas dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil
uji coba instrumen. Jika dinyatakan valid, maka dapat digunakan untuk penelitian
yang sebenarnya, sebaliknya jika tidak valid/drop, maka tidak dapat digunakan atau
harus dibuang”.[3] Sedangkan
Suyitno, menyatakan bahwa “untuk keabsahan dalam karya tulis (tesis) peneliti harus
mampu mengomunikasikan maksud, pikiran, pendapat, dan perasaan secara efektif
dan efisien kepada para pembaca”.[4]
Untuk keabsahan data atau validitas data peneliti
mempertanggungjawabkan dengan cara membuat catatan kaki di setiap kalimat, yang
dikutip dari buku-buku teologi sistematika, dalam hal ini khususnya buku-buku
yang berkaitan dengan tafsiran kitab Perjanjian Baru atau teologi misi, serta
judul buku teologi yang berkaitan dengan pembahasan mengenai evaluasi teoretis metode penginjilan
“PUFST”.
Peneliti juga mencantumkan daftar pustaka, untuk memperjelas
sumber data-data yang diperoleh, yang dimaksud dengan daftar pustaka adalah: “Kumpulan
atau daftar nama pengarang, judul buku, kota penerbit dan yayasan yang menerbitkan
berbagai judul buku yang digunakan dalam penelitian ini, maupun data-data yang diperoleh
ketika peneliti pergi meneliti di lapangan”. Peneliti mencantumkan daftar pustaka
pada akhir halaman supaya memperkokohkan data yang diperoleh untuk penelitian dalam
tesis ini, supaya meneguhkan kevalidan data-data yang diperoleh dan digunakan sunguh-sungguh
valid. Selanjutnya peneliti memperoleh data melalui Lembaga Alkitab Indonesia, (LAI)
atau Alkitab dan buku-buku teologi sistematika atau missiologi dan teologi praktikka,
khususnya buku-buku tafsiran dari kitab Perjanjian Baru.
Untuk keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti juga
menggunakan dukungan dengan literatur, tahun terbitannya kurang lebih tahun dua
ribuan ke atas. Namun ada buku-buku tertentu yang kualitasnya bagus, tetapi belum
ada cetakkan atau terbitan baru bahkan belum ada edisi revisi terbaru, dari
buku tersebut maka peneliti tetap akan menggunakan cetakan lama tersebut.
Komentar
Posting Komentar