MANFAAT PENELITIAN


MANFAAT DARI MELAKUKAN SUATU PENELITIAN

Di bagian ini peneliti akan memaparkan mengenai tujuan mengangkat judul ini, untuk melakukan penelitian. Seperti yang dinyatakan oleh Sukamto, bahwa “tujuan penelitian merupakan pernyataan apa yang hendak kita capai, dengan hasil penelitian yang akan kita meneliti di lapangan nantinya”.[1] Senada juga dinyatakan oleh Suyitno, bahwa “tujuan dilakukan suatu penelitian adalah rumusan yang berisi tentang pernyataan”.[2] Sedangkan tujuan penelitian menurut Tolakan, adalah “untuk perbaikan (Improvement), untuk peningkatan (Upgrading), untuk pengembangan (developing), dan untuk publikasi”.[3]
Berikut ini peneliti memberikan tujuan penelitian adalah:
Pertama, untuk mengevaluasi secara teoretis mengenai metode penginjilan dari tim misi PUFST selama ini, untuk menyampaikan Injil Kristus kepada orang-orang di suku Ketengban yang dinilai kurang optimal (tidak menjadikan paling baik), maka perlu diadakan untuk mengevasluasi secara teoretis guna menemukan metode-metode yang tepat untuk digunakan dalam melakukan pelayanan penginjilan di suku Ketengban.
Kedua, untuk mengevaluasi secara teoretis mengenai metode peningkatan penjangkaun jiwa-jiwa baru, yang ada di suku Ketengban, supaya firman Tuhan dapat tersampaikan dengan tepat sasaran.
Ketiga, untuk mengevaluasi secara teoretis mengenai metode yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan rohani, orang-orang di suku Ketengban, supaya dapat merubah dari penyembah berhala menjadi penyembah Tuhan Yesus Kristus.
Suyanto dan Sutinah, memaparkan bahwa tujuan penelitian adalah ingin memahami dunia yang kompleks ini, baik demi ingin memuaskan rasa ingin tahu maupun untuk mengantisipasi peristiwa yang akan terjadi atau pun mengontrol peristiwa yang terjadi”.[4]
1.             Manfaat Teoretis
Pertama, untuk mengevaluasi secara teoretis mengenai metode pelayanan penginjilan, dalam penjangkauan jiwa baru, agar dapat meningkatkan kualitas rohani bagi orang-orang di suku Ketengban oleh tim misi PUFST.
Kedua, sebagai bahan masukan bagi pengembangan kurikulum di Sekolah Tinggi Teologi Ekumene (STT-Ekumene) Jakarta, Indonesia, untuk pengembangan studi misiologi maupun teologi praktika.
Ketiga, supaya memanfaatkan hasil penelitian ini untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut terkait dengan kehidupan orang-orang di suku Ketengban.
2.             Manfaat Praktis
Pertama, secara khusus peneliti akan mempersembahkan hasil penelitian ini kepada, tim misi PUFST sebagai bahan pegangan untuk melakukan pelayanan penginjilan kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban.
Kedua, sebagai acuan strategi bagi para penginjil yang terbeban hati untuk melakukan pemberitaan Injil Kristus kepada orang-orang yang ada di suku Ketengban, guna peningkatan penjangkauan jiwa-jiwa baru, agar memiliki kualitas rohani dalam kehidupan mereka.


[1]Sukamto, Op. Cit., 43.
[2]Imam Suyitno, Op. Cit., 45.
[3]P. Ratu Ile Tolakan, Manajemen Penelitian Guru untuk Pendidikan Bermutu, Panduan Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi, Karya Ilmiah Guru-Dosen, dan Kebijakan Pendidikan, (Jakarta: PT. Grasindo IKAPI, 2016), 188. 
[4]Bagong Suyanto & Sutinah, Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternative Pendekatan (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006), 33.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMA-TEMA DALAM KITAB PL

Metode Penjangkauan Jiwa

Metode Penginjilan Yang Relevan di Suku Ketengban, Papua